Menu

Ancam Sebar Video Begituan, Mantan Guru Agama Ditahan

  
Ancam Sebar Video Begituan, Mantan Guru Agama Ditahan
Terdakwa kasus ancaman penyebaran video mesra saat menunggu panggilan sidang di Pengadilan Negeri Pati, Senin (3/12). (Istimewa)

SIMPANG5TV.com – Seorang warga Desa Jatikulon, Kecamatan Jati, Kudus, Teguh Eko Christiyanto (43) harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Senin (3/12).

Teguh ditahan dan menjadi terdakwa, setelah mengancam menyebar video “begituan” dengan mantan kekasih gelapnya berinisial PR, warga Kecamatan Pati.

Kasus tersebut bermula saat PR yang berstatus sebagai istri orang, nekat menjalin hubungan terlarang dengan Teguh. Bukan hanya sebentar, hubungan asmara itu sempat terjalin dari 2012 hingga 2017.

PR menceritakan, ia awalnya bertemu dengan terdakwa yang mengaku sebagai pendeta dan guru agama Kristen di salah satu sekolah dasar di Pati.

“Pertama kali kenal di Facebook. Dia kerap beri motivasi kepada saya, karena tahu hubungan saya dengan suami sedang tidak harmonis. Berjalannya waktu, timbul rasa cocok dan kami memutuskan untuk bertemu,” kata PR.

Setelah bertemu, keduanya memutuskan untuk menjalin hubungan asmara. Lantaran jatuh hati dengan terdakwa, PR menuruti saat diajak untuk berhubungan badan.

Namun, lanjut PR, terdakwa beberapa kali meminta uang kepadanya setelah berhubungan badan di hotel. Makin lama, PR tidak nyaman dengan sikap terdakwa dan meminta untuk putus.

“Saat saya minta putus, dia ngirim foto dan video itu. Dia ternyata diam-diam merekam saat kita berhubungan badan. Video itu yang dijadikan alat untuk mengancam ketika saya minta putus,” ungkap PR.

Bahkan dengan video tersebut, terdakwa pernah meminta sejumlah uang dan mobil kepada PR. Tak tahan dengan ancaman penyebaran video tersebut, PR akhirnya melapor kepada polisi.

“Aku lapor polisi supaya tidak ada korban lagi yang selama ini diperas oleh terdakwa. Selain aku, ternyata ada wanita lain yang jadi korban serupa,” imbuh PR.

Humas Pengadilan Negeri Pati Agung Irawan saat dimintai keterangan mengatakan, perkara tersebut sebetulnya terkait dengan UU IT. Lantaran ada unsur asusila, sidang tersebut berlangsung tertutup.

“Sidangnya harus berlangsung tertutup karena ada unsur asusilanya,” kata Agung.

Sementara kuasa hukum terdakwa, Darsono enggan memberikan komentar karena sidang yang dihadapi kliennya tersebut baru tahap awal.

“Ini baru sidang awal. Saya selaku kuasa hukum belum bisa memberikan keterangan,” pungkasnya. (*)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional