Menu

Diduga Palsukan Surat Kuasa dan Perjanjian, Anak Tuntut Ayahnya Sendiri

  
Diduga Palsukan Surat Kuasa dan Perjanjian, Anak Tuntut Ayahnya Sendiri
Sidang dengan terdakwa Soekardiman di Pengadilan Negeri Pati ditunda, Senin (28/1). (Istimewa)

SIMPANG5TV.com – Diduga memalsukan surat kuasa dan perjanjian, seorang ayah dituntut anaknya sendiri. Sang ayah, Soekardiman pun saat ini menjadi terdakwa dan harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pati.

Pada Senin (28/1), Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati AA Putu Putra SH yang mengadili sidang dugaan pemalsuan surat kuasa dan surat kesepakatan bersama dengan terdakwa Soekardiman kembali menunda sidang yang beragendakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penundaan disebabkan jaksa belum siap membacakan berkas tuntutannya. Sidang tuntutan yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB, molor dan baru dimulai pukul 14.30 WIB.

Sidang pun hanya berlangsung sekitar lima menit yang berisi permintaan maaf dari jaksa karena tuntutannya belum siap. “Kami mohon maaf, karena kami belum siap yang mulia. Mohon sidang ditunda lagi, minta waktu tunda selama satu minggu lagi,” kata jaksa saat sidang berlangsung.

Mendengar permintaan penundaan, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati AA Putu Putra SH langsung menegur jaksa dengan nada cukup tinggi. “Minta tunda lagi? Sudah berapa kali jaksa meminta tunda, sesulit apa sih membuat surat tuntutan, kan tinggal ketik,” tanya Ketua Majelis Hakim kepada JPU.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Yulianto yang mewakili Jaksa Purwono menjelaskan alasan penundaan karena pihaknya masih melakukan pendalaman pembuktian tuntutan.

Kendati begitu, Ketua Majelis Hakim akhirnya memutuskan penundaan sidang tuntutan. Majelis Hakim menegaskan, penundaan sidang untuk memberikan kesempatan penuntut umum menyelesaikan berkas tuntutannya untuk dibacakan di persidangan mendatang.

“Karena JPU menyatakan tuntutan belum siap, sidang kami tunda hingga Kamis, 31 januari 2019,” jelas Hakim Ketua AA Putu Putra SH didampingi Hakim Anggota Dyah Retno Y SH MH dan Rida Nur Karima SH Mhum.

Perkara dengan Soekardiman sebagai terdakwa tersebut, bermula dari diketahuinya surat kuasa dan surat perjanjian kesepakatan bersama sebagai bukti di perkara gugatan terhadap keempat anaknya. Gugatan saat itu, ada indikasi terdakwa hendak mengambil sertifikat tanah hak milik alm. RR Retno Rukiyati (istri terdakwa) yang tersimpan di safe deposit box sebuah bank.

Sementara safe deposit box yang berisi surat-surat berharga, perhiasan dan uang tunai milik RR Retno Rukiyati sudah dikuasakan kepada keempat anaknya yang dipercayakan kepada Ratna Dewi Puspita SE. Meski awalnya sempat menang pada tingkat di PN Pati, namun terdakwa kalah pada tingkat banding di PT Semarang.

Dari situ terbongkar surat kuasa dan surat perjanjian kesepakatan bersama diduga palsu. Karena tercantum tahun pembuatan yang berbeda dengan semestinya. Pasalnya, notaris yang tertera nama dan tanda tangannya telah meninggal dunia setahun sebelumnya dari tahun yang tertulis di kedua surat tersebut.

Jaksa menilai, terdakwa Soekardiman telah melanggar dan diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam dakwaan primer pasal 263 ayat 1 KUHP dan subsider pasal 263 ayat 2 KUHP. (*)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional