Menu

Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, Peran Ibu Hamil Resiko Tinggi Dioptimalkan

  
Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, Peran Ibu Hamil Resiko Tinggi Dioptimalkan
Puskesmas Gembong menggelar Pertemuan Pemberdayaan Masyarakat Pada Penangganan Kasus Resiko Tinggi Ibu dan Bayi atau P4K (Istimewa)

SIMPANG5TV.com – Deteksi dini terhadap kasus resiko tinggi (resti) ibu dan bayi yang dilaksanakan oleh masyarakat, masih dirasa kurang optimal. Hal inilah yang dapat menjadi salah satu faktor penyebab angka kematian Ibu (AKI) dan Bayi (AKB) meningkat.

Upaya pemerintah dalam menurunkan AKI dan AKB, salah satunya adalah dengan memberdayakan masyarakat dalam mendeteksi secara dini ibu hamil dengan resiko tinggi.

Dari data Survei Kesehatan Dasar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam kurun waktu 2017 telah terjadi 12 kasus kematian ibu. Berangkat dari hal tersebut, Puskesmas Gembong pada Senin (9/4) menyelenggarakan Pertemuan Pemberdayaan Masyarakat Pada Penangganan Kasus Resti (resiko tinggi) Ibu dan Bayi atau P4K.

Acara yang digelar di Aula Kecamatan Gembong tersebut dibuka langsung oleh Camat Gembong, Cipto Mangun Oneng, SH. MM dan Kepala Puskesmas Gembong, Cahya Wibawa, SH. M.Kes.

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ketua Komite Kesehatan Kecamatan Gembong, Seluruh Kepala Desa, para Kader Kesehatan dan keluarga ibu hamil resti.

Dalam paparan yang di sampaikan oleh dr. Anita Dewi, banyak faktor yang membuat ibu hamil memiliki resiko tinggi dalam hal kehamilannya. Banyak hal penyebab resiko tinggi ibu hamil.

Salah satu yang menjadi sorotan yakni usia ibu saat hamil yakni terlalu muda yakni kurang dari 16 tahun, atau terlalu tua diatas 35 tahun.

Selain itu, jarak persalinan yg terlalu dekat kurang dari 2 tahun atau terlalu lama lebih dari 10 tahun juga menjadi penyebab, serta berbagai macam penyakit seperti diabetes darah tinggi dan asma juga perlu perhatian khusus.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cahya Wibawa menuturkan, selain dibutuhkan peran aktif petugas kesehatan dalam tersebut, juga dibutuhkan kesadaran masyarakat dari ibu hamil resti maupun pihak keluarga dalam melakukan pemeriksaan rutin baik ke bidan desa maupun ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Karena sejauh ini kasus kematian ibu sering disebabkan oleh kurangnya kesadaran ibu hamil dalam melakukan deteksi dini ke fasilitas kesehatan. Selain itu, faktor keterlambatan dalam mendeteksi resiko kehamilan, beberapa keterlambatan juga jangan sampai terjadi. Yakni keterlambatan merujuk pasien hingga keterlambatan penanganan pasien.

Dalam hal ini kecakapan petugas medis menjadi prioritas sehingga dalam upaya merujuk maupun penangaanan dapat di lakukan secara maksimal.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Gembong, untuk sesegera mungkin memeriksakan kehamilan secara rutin di bidan desa maupaun di puskesmas,” ungkap Cahya Wibawa, SH.Mkes. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional